Sonokeling atau sanakeling adalah
nama sejenis pohon penghasil kayu keras dan indah, anggota dari suku Fabaceae.
Kayunya yang berbobot sedang dan berkualitas tinggi itu dalam perdagangan
dikenal sebagai Indian rosewood, Bombay blackwood atau Java
palisander (Inggris.), palisandre de l’Inde (Prancis.);
dalam klasifikasi Indonesia digolongkan sebagai kayu sonokeling. Di Jawa,
dikenal varian yang dinamai sonobrit dan sonosungu (id.wikipedia.org/wiki/Sonokeling).
Kayu
Sonokeling tergolong ke dalam kayu keras dengan bobot sedang hingga berat.
Berat jenisnya antara 0,77-0,86 pada kadar air sekitar 15%. Teksturnya cukup
halus, dengan arah serat lurus dan kadang kala berombak. Kayu ini juga awet;
tahan terhadap serangan rayap kayu kering dan sangat tahan terhadap jamur
pembusuk kayu. Kayu terasnya berwarna coklat agak lembayung gelap, dengan
coreng-coreng coklat sangat gelap hingga hitam. Kayu gubal berwarna
keputih-putihan hingga kekuningan, 3–5 cm tebalnya, terbedakan dengan jelas
dari kayu teras.
COP
CITES ke 17 di Johanessburg afrika selatan telah memasukkan jenis kayu
Sonokeling (Dalbergia latifolia) ke
dalam list Cites Appendix II yang mulai berlaku 2 Januari 2017,
konsekwensinya maka untuk peredaran kayu sonokeling di dalam dan luar negeri
mengikuti mekanisme yang diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor
447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran
Tumbuhan dan Satwa Liar maka: Peredaran Kayu Sonokeling dalam negeri wajib
menggunakan dokumen SATS-DN, dan untuk eksport wajib Kayu Sonokeling menggunakan CITES Permit (SATS-LN)
CITES
(Convention on International Trade in Endangered Species) atau konvensi
perdagangan internasional untuk spesies-spesies tumbuhan dan satwa liar, adalah
merupakan kesepakatan internasional antara pemerintah (negara) dengan tujuan
untuk memastikan bahwa perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar tidak
mengancam keberadaan hidup tumbuhan dan satwa liar.
Pemerintah
Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut dengan Keputusan Pemerintah No.
43 Tahun 1978. sekretariat cites berkantor di jenewa swiss, Cites menetapkan
Tumbuhan dan Satwa Liar berdasarkan 3 (tiga) kategori perlakuan perlindungan
dari eksploitasi perdagangan yaitu appendices I, appendices II, dan appendices
III: